Geliat AI di Kampus Lampung: Dari Polinela, TRAE, hingga Pelatihan Robotik UBL
Tahun 2026 menjadi saksi geliat luar biasa literasi kecerdasan buatan (AI) di kampus-kampus Lampung. Dari The AI Summit Indonesia di Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang menghadirkan praktisi global, meetup Build with TRAE yang berkolaborasi dengan komunitas dunia, pelatihan coding dan robotik bagi 100 guru di Universitas Bandar Lampung (UBL), hingga program GARUDA AI yang melatih lebih dari 1.000 ASN. Lampung bergerak — dan kampus menjadi garda terdepannya.
Ringkasan
- The AI Summit Indonesia digelar Polinela, 15 Juli 2026, dengan narasumber dari TRAE, Agora, hingga praktisi keamanan siber.
- Meetup Build with TRAE @Lampung (4 April 2026) dihadiri 229 peserta, bagian dari komunitas global dengan lebih dari 130 event di 60+ kota.
- UBL melatih 100 guru dan masyarakat dalam coding, AI, dan robotik (9-10 Maret 2026).
- GARUDA AI for Microsoft Elevate melatih lebih dari 1.000 ASN Lampung (25 Mei 2026).
- Program Microsoft Elevate menargetkan 500 ribu talenta AI tersertifikasi di Indonesia pada 2026.
The AI Summit Indonesia di Polinela
Jurusan Teknologi Informasi Polinela menggelar The AI Summit Indonesia pada 15 Juli 2026 di Gedung Serba Guna Polinela. Seminar ini menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, industri, dan komunitas untuk membahas perkembangan AI dan implementasinya di berbagai sektor.
Para pembicara yang hadir cukup bergengsi: Ruiling Wan, DevOps Manager di TRAE; Hennessy Vince Solis dari Agora; Fiqri Hafzain, Fractional Senior Software Engineer perusahaan berbasis Singapura sekaligus TRAE Fellow, yang membawakan materi “How AI Agent Works”; Ahmad Rosid, Co-Founder CTO Helipod.io yang sebelumnya engineer di Bud (YC W25) yang diakuisisi Figma; hingga Allen Gerysena, Senior Security Engineer Bank Multiarta Sentosa yang membahas keamanan kode di era AI.
Ketua Jurusan TI Polinela, Dr. Ir. Septafiansyah Dwi Putra, menegaskan relevansi acara ini:
“Artificial Intelligence bukan lagi teknologi masa depan, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan dan dunia kerja saat ini.”
Seperti dijelaskan di situs resmi Polinela, acara ini menunjukkan komitmen pendidikan vokasi yang responsif terhadap perkembangan teknologi global.
Build with TRAE: dari Lampung ke komunitas dunia
Beberapa bulan sebelumnya, Polinela juga menjadi tuan rumah meetup Build with TRAE @Lampung - AI for Everyone pada 4 April 2026. Sebanyak 229 peserta memadati acara yang menyediakan 120 kursi ini, membahas prompting best practices, konsep AI dan Agentic AI, hingga praktik membangun AI Chat Assistant menggunakan SOLO Agent.
Konsep yang diperkenalkan di meetup ini — AI Agent dan Agentic AI — memang sedang menjadi tren utama dunia teknologi. Berbeda dengan chatbot biasa yang hanya menjawab pertanyaan, AI agent mampu memahami tujuan, menyusun langkah, dan mengeksekusi tugas secara mandiri lewat percakapan. Di sesi hands-on, peserta membangun asisten AI mereka sendiri menggunakan SOLO Agent, produk AI agent dari TRAE.
Build with TRAE yang diinisiasi TRAE Fellows adalah komunitas global untuk memanfaatkan AI dan Agentic AI memecahkan masalah nyata. Berdasarkan tinjauan tahunan TRAE by ByteDance, pada 2025 komunitas ini menggelar lebih dari 130 event di 60+ kota dan bertemu langsung dengan lebih dari 20.000 developer, dengan lebih dari 6 juta pengguna terdaftar di sekitar 200 negara. Lampung, lewat meetup ini, menjadi bagian dari peta gerakan itu.
Guru dan robot di UBL
Universitas Bandar Lampung mengambil jalur yang lebih akar rumput. Lewat Pusat Studi Mekatronika dan Otomasi (PSMO), UBL menggelar Training Gratis Coding, AI, dan Robotik pada 9-10 Maret 2026 di Gedung Innovation Centre. Sebanyak 100 peserta — 60 guru dari SD hingga SMK dan 40 peserta non-guru — belajar computational thinking, pemrograman robot, pemanfaatan AI dalam pembelajaran, hingga praktik membuat robot explorer, robot soccer, dan robot obstacle, seperti dilaporkan Graha Suara.
Materi pelatihan mencakup computational thinking, pemrograman robot, pemanfaatan AI dalam pembelajaran, pendidikan DIY, pemrograman videotron, pengenalan sensor dan aktuator, hingga praktik membuat berbagai jenis robot — explorer, soccer, obstacle, dan robot kreatif. Kepala Bidang Pendidikan Khusus Disdikbud Provinsi Lampung, Suslina Sari, menilai kegiatan ini penting bagi kualitas pendidikan daerah:
“Kegiatan ini sangat penting untuk memajukan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung. Kami berharap para guru dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh agar dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.”
Wakil Rektor I UBL, Prof. Erry YT Adesta, menilai kegiatan ini penting untuk membangkitkan minat siswa terhadap STEM dan kemampuan berinovasi melalui teknologi. Dengan menjadikan guru sebagai trainer internal, pelatihan ini diharapkan menciptakan ekosistem pembelajaran digital berkelanjutan di sekolah-sekolah Lampung.
GARUDA AI untuk 1.000 lebih ASN
Di tingkat pemerintahan, Pemprov Lampung bersama BINAR menggelar webinar GARUDA AI for Microsoft Elevate pada 25 Mei 2026, melatih lebih dari 1.000 ASN lintas instansi secara daring, seperti dirilis laman resmi Pemprov Lampung.
Program ini bagian dari inisiatif besar Microsoft Elevate Indonesia yang resmi memasuki tahun kedua pada Januari 2026. Microsoft menargetkan 500 ribu talenta AI tersertifikasi pada 2026 dan telah melibatkan lebih dari 1,2 juta peserta sejak Desember 2024, dengan program khusus bagi aparatur sipil negara dan pembuat kebijakan, seperti diberitakan Microsoft Source Asia. Secara nasional, program ini menyasar lebih dari 145.000 ASN dan 5.000 AI Policy Makers hingga akhir 2026.
Dalam pelatihan itu, ASN diperkenalkan pada otomasi proses kerja rutin, AI sebagai pendukung keputusan berbasis analisis data, serta pentingnya kesiapan organisasi, etika, dan kepatuhan data — dengan empat manfaat yang diharapkan: respons lebih cepat, transparansi data, kebijakan lebih akurat, dan efisiensi anggaran.
Kepala BPSDMD Provinsi Lampung, M. Alhusniriski, menegaskan urgensi transformasi ini: “Birokrasi harus bergerak lebih lincah, cerdas, dan inovatif.”
Satu gelombang, banyak pintu masuk
Empat inisiatif di atas menunjukkan satu pola: AI di Lampung tidak dimonopoli satu sektor. Mahasiswa belajar dari praktisi global di Polinela, guru-guru belajar robotika di UBL, dan ASN berlatih AI untuk layanan publik. Ini adalah pendekatan berlapis yang tepat — dari generasi muda hingga pengambil kebijakan.
Ke depan, tantangannya adalah keberlanjutan. Meetup, summit, dan pelatihan memang membuka pintu, tetapi yang membedakan adalah yang terjadi setelahnya: apakah mahasiswa melanjutkan proyek AI-nya, apakah guru menerapkan robotik di kelas, dan apakah ASN benar-benar mengadopsi AI dalam birokrasi. Dengan ekosistem yang mulai terbentuk ini, Lampung memiliki semua bahan untuk menjawab pertanyaan itu dengan jawaban positif.
Satu hal yang konsisten di semua acara: hampir semuanya gratis dan terbuka untuk umum. AI bukan lagi barang mewah yang hanya bisa dinikmati di Jakarta atau perusahaan besar. Inilah semangat yang perlu terus dirawat — agar talenta AI Lampung lahir tidak hanya dari kampus terkemuka, tetapi dari semua pintu yang terbuka.