Home / Lifestyle / Tempat Wisata Paling …

Tempat Wisata Paling Banyak Dikunjungi di Indonesia: Data BPS 2025-2026

Indonesia menutup 2025 dengan catatan manis: 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara—dua-duanya rekor. Di balik angka besar itu, destinasi mana yang benar-benar paling banyak dikunjungi? Berbekal data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), artikel ini memetakan tempat-tempat terpopuler sekaligus tren yang sedang berjalan.

Ringkasan (Key Takeaways)

  • Bali tetap raja—6,95 juta wisatawan asing datang langsung ke Pulau Dewata pada 2025, rekor tertinggi dalam satu dekade.
  • Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah adalah tiga provinsi tujuan wisatawan nusantara terbanyak versi BPS.
  • Borobudur disebut sebagai destinasi tunggal paling banyak dikunjungi di Indonesia; Waisak 2025 menarik 45.914 orang di hari puncak.
  • Bromo jadi primadona digital: kunjungan via OTA (online travel agent) tumbuh 124 persen.
  • Taman Nasional Komodo menembus 432.217 kunjungan pada 2025, mayoritas turis asing.

Angka Rekor 2025: 15,39 Juta Wisman dan 1,2 Miliar Wisnus

Sebelum masuk ke daftar destinasi, penting memahami konteksnya. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melaporkan bahwa Indonesia mencatat 15,39 juta kedatangan wisatawan mancanegara sepanjang 2025, melampaui target pemerintah yang sebesar 14–15 juta. Rata-rata pengeluaran per kedatangan mencapai US$1.267, dan devisa pariwisata diproyeksikan tembus US$18,91 miliar—naik 13,17 persen dibanding 2024.

Di sisi domestik, BPS mencatat 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada 2025, naik 17,55 persen dan menjadi yang tertinggi sejak pandemi. Yang menarik, Pulau Jawa menyerap hampir 70 persen dari seluruh perjalanan wisatawan dalam negeri.

“Dengan capaian aktual 15,39 juta, kami melampaui target dan berkinerja lebih baik dari proyeksi sebelumnya,” ujar Menpar Widiyanti dalam rapat bersama Komisi VII DPR.

Bali Tetap Raja: 6,95 Juta Wisman pada 2025

Tidak ada yang mengejutkan dari posisi puncak. BPS mencatat 6.948.754 kedatangan langsung wisatawan asing ke Bali sepanjang 2025, naik 9,72 persen dibanding tahun sebelumnya. Gubernur Wayan Koster bahkan menyebut angka lebih tinggi—7,05 juta—jika dihitung dari data bandara hingga 31 Desember, belum termasuk 71 ribu penumpang kapal pesiar.

Pasar terbesarnya? Australia dengan 1,63 juta kunjungan, disusul India sekitar 569 ribu dan China 537 ribu. Jumlah itu sekaligus menepis isu “Bali sepi” yang sempat ramai diperbincangkan.

“Sekaligus kami luruskan tidak benar bahwa Bali sepi, terlihat kunjungan yang tetap mencapai 12,2 juta kunjungan di Januari hingga November 2025,” tegas Menpar Widiyanti saat merilis data kunjungan.

Tidak berlebihan jika Bali dijuluki mesin pariwisata nasional. Dalam Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 terbitan Bank Indonesia, Bali dinilai akan terus menjadi magnet utama dan bahkan diganjar predikat destinasi populer kedua dunia versi Tripadvisor 2025. Di tingkat kabupaten/kota, Badung memimpin dengan 7,03 juta perjalanan wisnus, disusul Denpasar dengan 5,35 juta.

10 Provinsi Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan Nusantara

Kalau wisman hampir semuanya bermuara ke Bali, cerita berbeda untuk perjalanan dalam negeri. Berdasarkan data BPS yang dirangkum Tribunnews untuk periode Januari–Oktober 2025, begini peta tujuannya:

PeringkatProvinsiPerjalanan Wisnus
1Jawa Timur181.018.613
2Jawa Barat175.571.803
3Jawa Tengah122.706.724
4DKI Jakarta81.360.744
5Banten52.363.560
6Sumatera Utara47.649.814
7Sulawesi Selatan35.170.612
8DI Yogyakarta33.608.259
9Lampung22.505.659
10Bali22.038.090

Mengapa Jawa mendominasi? Kompas Travel menggarisbawahi bahwa Jawa Barat punya deretan ikon seperti Taman Safari Indonesia, Kebun Raya Bogor, Kawah Putih, Gunung Tangkuban Parahu, sampai Pantai Pangandaran. Jawa Timur menjual paket lengkap: alam (Gunung Bromo, Semeru, Kawah Ijen) plus wisata keluarga seperti Jatim Park 1–3, Museum Angkut, dan Kebun Binatang Surabaya. Mobilitas mudik saat Lebaran dan libur panjang juga ikut menggelembungkan angka, terutama pada libur Lebaran 2025 yang mencatat 84,6 juta perjalanan.

Borobudur dan Prambanan: Dua Warisan Dunia yang Tak Pernah Sepi

Kalau bicara destinasi tunggal, ensiklopedia Tourism in Indonesia mencatat Candi Borobudur sebagai objek wisata yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Momen terkuatnya jelas Waisak. Pada periode 1–13 Mei 2025, InJourney mencatat total 100 ribu orang berkunjung ke Borobudur, dengan puncak 45.914 pengunjung pada 12 Mei—tumbuh 25 persen dibanding puncak Waisak tahun sebelumnya.

Ketika libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, InJourney Destination Management mencatat 285.060 kunjungan ke kawasan Taman Wisata Candi. Rinciannya: Candi Prambanan 174.798 kunjungan, Borobudur 96.092, dan Ratu Boko 8.978. Menariknya, Prambanan justru melampaui Borobudur saat Nataru—tandanya permintaan wisata candi kini lebih merata, tidak hanya menumpuk di satu ikon.

Bromo: Primadona Baru Wisata Petualangan

Jauh dari pantai, Gunung Bromo justru menjadi bintang. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mencatat 321.732 kunjungan pada semester I 2025, naik 58.758 orang dari periode yang sama tahun sebelumnya. Salah satu pemicunya, kata humas TNBTS, adalah banyaknya libur panjang di paruh pertama tahun.

Tren itu makin kentara pada 2026. Data dari platform online travel agent Klook menunjukkan kunjungan ke Bromo tumbuh 124 persen, menjadikannya destinasi paling favorit, mengungguli Kepulauan Gili di Lombok (83 persen) dan Labuan Bajo (43 persen). Kepala Disbudpar Jawa Timur Evy Afianasari menambahkan bahwa wisatawan mancanegara kini lebih condong ke objek alam seperti Bromo dan Air Terjun Tumpak Sewu dibanding pantai-pantai di Jawa Timur.

Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo

Sebagai gerbang menuju rumah komodo, Labuan Bajo menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Taman Nasional Komodo dikunjungi 432.217 orang sepanjang 2025, bertambah 98.011 dibanding 2024, dengan mayoritas—340.048 orang—adalah turis asing. Puncak kunjungan terjadi pada Juli dengan 63.133 orang.

Daya tariknya nyata secara ekonomi. Melansir The Straits Times, wisatawan asing rata-rata mengeluarkan 8 juta rupiah per hari dengan tinggal 4–5 hari, sedangkan wisatawan domestik sekitar 2,7 juta per hari. Setelah Bandara Komodo berstatus internasional sejak 2024, destinasi ini kian mudah diakses. Namun para pakar mengingatkan risiko overtourism seperti yang dialami Bali.

“Harus ada pengurangan penekanan pada wisata massal, terutama karena tren wisatawan global kini bergeser ke ekowisata,” kata Prof. Azril Azhari, pakar pariwisata, dikutip The Straits Times.

Kesimpulan: Bukan Cuma Bali Lagi

Pola kunjungan 2025–2026 menunjukkan satu hal: pariwisata Indonesia tidak lagi hanya soal Bali. Lima destinasi super prioritas—Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang—terus digenjot pemerintah. Dalam Indonesia Tourism Outlook, Lombok–Gili Tramena tercatat sebagai destinasi prioritas dengan kunjungan tertinggi sekaligus investasi terbesar, sekitar Rp2,89 triliun pada semester I 2025.

Bagi kamu yang sedang menyusun rencana liburan, data di atas bisa jadi panduan: Bali untuk ikon yang tak pernah gagal, Borobudur untuk wisata budaya dan religi, Bromo untuk petualangan, dan Labuan Bajo untuk pengalaman bahari kelas dunia. Satu pesan penting: karena tempat-tempat ini terbukti ramai, pastikan kamu merencanakan kunjungan lebih awal—terutama saat libur panjang seperti Waisak, Lebaran, dan Nataru.