Home / Lifestyle / Pariwisata Flores …

Pariwisata Flores pulih pasca-gempa, Menpar fokus penguatan mitigasi di Labuan Bajo

Dua pekan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, sektor pariwisata di sana mulai menunjukkan wajah baru. Di tengah upaya pemulihan, Kementerian Pariwisata justru tidak sekadar mengejar perbaikan fisik. Kehadiran Menteri Pariwisata Widiyanti Putri di Labuan Bajo menjadi sinyal bahwa keselamatan wisatawan akan menjadi fondasi utama kebangkitan pariwisata Flores.

Ringkasan

  • Aktivitas wisata Labuan Bajo tetap normal pascagempa dengan 32.692 pergerakan wisatawan dan 2.854 keberangkatan kapal sejak 15 Agustus.
  • Pelaku wisata menyoroti pentingnya mitigasi gempa dan tsunami, termasuk pelatihan bagi nakhoda, awak kapal, dan pemandu.
  • Menpar mendorong penguatan SOP tanggap darurat, jalur evakuasi, dan sistem komunikasi krisis.
  • Pemerintah mengembangkan destinasi darat baru seperti Pulau Kukusan, Pulau Kelor, dan Gua Rangko.
  • Rata-rata lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo ditargetkan naik dari 2,8 hari menjadi 7 hari.

Konteks Bencana yang Menghantam

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 dan menjadi salah satu bencana seismik terbesar di kawasan timur Indonesia tahun ini. Gempa yang bersumber dari aktivitas Flores Back Arc Thrust (Sesar Naik Flores) ini sempat memicu peringatan dini tsunami, dengan ketinggian tertinggi 0,94 meter di Maurole, Ende. Menurut catatan BNPB, bencana ini menelan 87 korban jiwa, memaksa 150.576 orang mengungsi, serta melukai 1.298 orang, dan merusak fasilitas publik di sejumlah kabupaten. Getaran susulan tercatat 5.012 kali, membuat sebagian masyarakat memilih tetap berada di lokasi pengungsian.

Dampaknya juga menyentuh sektor wisata secara langsung. Akses pelayaran menuju kawasan wisata sempat terganggu, dan sejumlah fasilitas membutuhkan waktu untuk asesmen keamanan sebelum kembali beroperasi. Namun, berkat koordinasi cepat pemerintah daerah, BPOLBF, dan pelaku industri, pemulihan berjalan lebih cepat dari perkiraan — dan kini arahannya justru difokuskan pada penguatan mitigasi agar bencana serupa tidak lagi melumpuhkan destinasi.

Pariwisata yang Berkeselamatan

Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo — termasuk Kawasan Taman Nasional Komodo dan destinasi di sekitarnya — dilaporkan telah kembali berjalan normal, dan akses pelayaran kembali beroperasi dengan seluruh kegiatan wisata tetap mengedepankan keselamatan dan kewaspadaan, demikian laporan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

Per 28 Agustus 2026, tercatat 2.854 keberangkatan kapal dan 32.692 pergerakan wisatawan sejak gempa terjadi. Arus penerbangan domestik maupun internasional pun relatif stabil. Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyebut gempa tidak memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas pariwisata secara keseluruhan.

Menariknya, di tengah pemulihan itu para pelaku wisata justru menyoroti hal yang lebih fundamental. Dalam pertemuan dengan Menpar Widiyanti Putri pada 28 Agustus, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Tur dan Perjalanan (ASITA), serta asosiasi wisata bahari meminta penguatan pelatihan mitigasi gempa dan tsunami bagi mereka yang berhadapan langsung dengan wisatawan — mulai dari nakhoda, awak kapal, pemandu, hingga operator wisata.

“Pariwisata yang berkualitas selalu dimulai dari hal yang paling mendasar, yaitu keselamatan masyarakat dan wisatawan.” — Widiyanti Putri, Menteri Pariwisata

Empat Langkah Pemulihan

Kementerian Pariwisata menyusun langkah pemulihan secara bertahap dan terukur. Empat pilar yang ditekankan Menpar: memastikan keselamatan dan komunikasi publik berbasis data yang aktual; memulihkan destinasi, industri, dan ekonomi masyarakat; mengembalikan kepercayaan pasar lewat reaktivasi bertahap; serta memperkuat ketangguhan destinasi terhadap risiko bencana.

Yang patut dicatat, momentum bencana ini dimanfaatkan untuk memperbaiki hal-hal yang selama ini kurang diperhatikan:

  • Penguatan SOP tanggap darurat di destinasi dan akomodasi
  • Penyediaan jalur dan titik evakuasi yang jelas
  • Sistem komunikasi krisis lintas pemangku kepentingan
  • Sertifikasi Tenaga Kerja Pariwisata Indonesia (SATRIA) dan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) wisata tirta, gunung, dan snorkeling

Menambah Destinasi Baru

Pemerintah juga tidak ingin ketergantungan pada Taman Nasional Komodo. Pengembangan destinasi darat baru — seperti Pulau Kukusan, Pulau Kelor, dan Gua Rangko — diharapkan memperluas sebaran wisatawan dan memperpanjang lama tinggal.

Saat ini rata-rata lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo sekitar 2,8 hari. Dengan bertambahnya daya tarik wisata, targetnya naik hingga 7 hari. Pengembangan ini juga dimaksudkan agar manfaat ekonomi pariwisata dirasakan lebih luas oleh masyarakat Manggarai Barat, tidak hanya segelintir pelaku besar.

Pemulihan yang Terukur

Laporan pemerintah daerah dan BPOLBF menunjukkan aktivitas pariwisata pasca-gempa tetap berjalan normal. Berdasarkan data per 28 Agustus 2026, indikator kunjungan tercatat sebagai berikut:

IndikatorData per 28 Agustus 2026
Keberangkatan kapal2.854
Pergerakan wisatawan32.692
Akses pelayaranKembali beroperasi
Penerbangan domestik & internasionalRelatif stabil

Meski begitu, proses pemulihan tidak berjalan seragam di semua titik. Kementerian Pariwisata memprioritaskan penanganan berdasarkan tingkat kerusakan, kesiapan operasional destinasi, serta pemulihan mata pencaharian masyarakat, sehingga sebagian kawasan bisa lebih cepat menerima wisatawan sementara yang lain butuh waktu untuk berbenah. Yang tak kalah penting, pelaku usaha didorong menertibkan layanan agar kualitas dan citra destinasi tetap terjaga.

Dampak yang Masih Terasa

Di balik pemulihan pariwisata, bencana ini meninggalkan jejak besar bagi warga Flores. Data penanganan hingga 22 Agustus 2026, sebagaimana dicatat dalam pemberitaan Media Indonesia, menggambarkan skala dampak yang masih menuntut perhatian:

  • 87 korban jiwa dan 1.298 orang luka-luka, termasuk 336 luka berat; korban jiwa terbanyak di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur
  • 150.576 orang mengungsi, terbanyak di Kabupaten Manggarai dan Nagekeo
  • 5.012 kali gempa susulan berkekuatan 1,1–6,2, dengan 124 di antaranya terasa
  • Sedikitnya 914 rumah rusak berat, serta puluhan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan kantor pemerintah terdampak
  • 50.000 paket sembako dari Bantuan Presiden ke Maumere, ditambah total 954 ton logistik lewat 68 sorti selama 15–22 Agustus
  • Pemerintah memberikan santunan Rp15 juta per jiwa bagi korban meninggal dunia

Respons penanganannya mobilisasi besar: 5.832 personel TNI, 238 personel Polri, serta 903 relawan dari 104 lembaga dikerahkan ke wilayah terdampak, di samping bantuan logistik, layanan kesehatan, dan pemulihan konektivitas. BNPB mengingatkan masyarakat mewaspadai hoaks pascabencana, mengingat banyak pengungsi memilih bertahan tersebar di dekat rumah demi menjaga harta benda dan ternak.

Keselamatan di Laut Jadi Prioritas

Wisata bahari adalah kekuatan utama Labuan Bajo, sekaligus yang paling rentan terhadap gempa dan tsunami. Karena itu, penguatan keselamatan tidak berhenti di darat. Peningkatan kompetensi SDM, penerapan standar operasional yang konsisten, kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan, hingga kesiapan darurat di laut menjadi fokus khusus.

Melalui BPOLBF, Kementerian Pariwisata juga menindaklanjuti berbagai masukan pelaku usaha — termasuk tata kelola akomodasi, kapal live on board, agen perjalanan, dan operator tur. Di sisi lain, pemerintah daerah akan menertibkan pelaku usaha yang belum beroperasi secara tertib demi menjaga kualitas layanan dan citra destinasi.

Perjalanan pemulihan pariwisata Flores masih berlangsung, tetapi fondasinya makin jelas: pemulihan yang kokoh adalah pemulihan yang berkeselamatan. Fondasi itu kini dirawat bersama — oleh pemerintah, asosiasi pelaku usaha, dan masyarakat lokal yang menggantungkan hidupnya pada wisata. Setiap pengunjung yang datang pun ikut menjadi saksi sekaligus bagian dari uji coba pemulihan yang lebih tangguh. Untuk update dan panduan wisata terbaru, kamu bisa pantau liputan Kompas.com Travel, ANTARA, dan RRI.