Home / Politik / Jambore Nasional XII …

Jambore Nasional XII 2026 Resmi Digelar di Cibubur: 19 Ribu Pramuka Penggalang dari 41 Kontingen

Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 resmi digelar di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, pada 13–20 Agustus 2026. Perkemahan akbar lima tahunan yang dibuka pada Jumat 14 Agustus 2026 bersamaan dengan peringatan Hari Pramuka ke-65 ini diikuti 19.833 Pramuka Penggalang dari 41 kontingen — mencakup utusan 35 kwartir daerah seluruh Indonesia, perwakilan RI di luar negeri, hingga delegasi negara sahabat.

Ringkasan

  • Jadwal dan lokasi — Jamnas XII 2026 digelar 13–20 Agustus 2026 di Buperta Cibubur, Jakarta Timur.
  • Peserta — 19.833 Pramuka Penggalang dari 41 kontingen; utusan 35 kwartir daerah, gugus depan perwakilan RI di luar negeri, plus delegasi Sri Lanka, Malaysia, Australia, dan lainnya.
  • Pembukaan — bersamaan dengan Hari Pramuka ke-65, dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir selaku Sekretaris Mabinas.
  • Tamu dunia — Sekjen World Organization Scout Movement (WOSM) David Berg, Direktur Regional Asia-Pasifik, serta David Baden-Powell (5th Baron Baden-Powell), keturunan Bapak Pandu Dunia, hadir dalam pembukaan.
  • Tema — “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”.
  • Partisipasi daerah — kontingen dari seluruh penjuru Nusantara, termasuk Jakarta Pusat, Lampung, Maluku Tenggara, dan siswa madrasah Takalar.

Apa itu Jambore Nasional?

Jambore Nasional, atau biasa disingkat Jamnas, adalah pertemuan besar Pramuka Penggalang yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka setiap lima tahun sekali. Kegiatan ini ditujukan bagi Pramuka Penggalang berusia 11–15 tahun, dengan tujuan membentuk karakter, melatih kemandirian, mengasah keterampilan, serta menumbuhkan rasa kebangsaan yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai Pancasila.

Berdasarkan Petunjuk Penyelenggaraan Gerakan Pramuka Nomor 1 Tahun 2026 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII Tahun 2026, kegiatan ini secara resmi bernama Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII 2026 atau Jamnas XII 2026. Berikut informasi pelaksanaannya seperti dirangkum Tribunnews:

AspekKeterangan
Nama kegiatanJambore Nasional Gerakan Pramuka XII 2026 (Jamnas XII 2026)
Tanggal13–20 Agustus 2026
LokasiBuperta Cibubur, Jakarta Timur
Peserta utamaPramuka Penggalang usia 11–15 tahun
Tema“Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”
Motto“Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”

Delapan hari di lingkungan perkemahan dirancang sebagai ruang belajar dan interaksi antargenerasi muda dari berbagai wilayah — lebih dari sekadar perkemahan nasional, tetapi juga ruang melatih kreativitas, keterampilan, dan persatuan dalam keberagaman.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn) Drs. Budi Waseso, menegaskan tema besar tahun ini merupakan wujud komitmen Gerakan Pramuka mendukung Asta Cita ke-2 Pemerintah mengenai swasembada pangan, energi, dan air — bukan sekadar soal tanam-menanam.

“Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya. Melalui pendidikan kepramukaan, kami berupaya menumbuhkan budaya produktif, rasa cinta terhadap pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, dan kepedulian terhadap lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta semangat kewirausahaan sejak usia muda,” tegas Kak Budi Waseso dalam siaran pers resmi Kwartir Nasional.

Kak Budi Waseso juga menyebut pola pendidikan kepramukaan kini terus berkembang. Jika sebelumnya dikenal konsep learning by doing, pendidikan kepramukaan kini diarahkan menuju learning, creating, and solving — belajar, mencipta, sekaligus menyelesaikan persoalan nyata — seperti dikutip BeritaSatu.

Tema dan makna logo Jamnas XII 2026

Tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan” menempatkan kreativitas dan kemandirian peserta sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang peduli ketahanan pangan. Logo resminya memuat simbol-simbol bermakna — bulir padi, unsur Tri Satya, serta warna hijau, kuning, dan cokelat — yang menggambarkan kemandirian, pertumbuhan, dan jati diri Gerakan Pramuka sekaligus semangat ketahanan pangan. Motto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” tetap menjadi nilai inti kegiatan ini.

Pembukaan yang meriah di Hari Pramuka ke-65

Upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus pembukaan Jamnas XII dibuka langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, selaku Sekretaris Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas), didampingi Gubernur DKI Jakarta dan Ketua Kwarnas di mimbar kehormatan, seperti dilaporkan Intelijennews.

Prosesi yang semarak — diiringi drumband IPDN dan lagu khas Pramuka — juga diisi penyematan tanda peserta kepada perwakilan peserta serta pemberian penghargaan lencana bagi penerima yang berkontribusi pada perkembangan kepramukaan: Lencana Melati (lima penerima), Lencana Darma Bakti (dua), Lencana Karya Bakti (empat), dan Lencana Satyawira (dua).

Erick Thohir menegaskan posisi penting Pramuka dalam membangun karakter generasi muda Indonesia, yang tidak lagi sekadar kegiatan ekstrakurikuler.

“Dalam membangun karakter kepemudaan, Pramuka adalah bagian terpenting,” ujar Erick. Ia menambahkan, Kemenpora akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar Pramuka semakin terintegrasi dalam sistem pendidikan, seperti diberitakan BeritaSatu.

Partisipasi nasional dan internasional

Jamnas XII 2026 diikuti 19.833 orang dari 41 kontingen, meliputi utusan 35 Kwartir Daerah dari seluruh Indonesia, gugus depan di Perwakilan RI di luar negeri, serta utusan negara sahabat. Total warga perkemahan, termasuk panitia dan pembina pendamping, mencapai hampir 25.000 orang, seperti dirangkum BeritaSatu.

Persaudaraan dari mancanegara

Upacara pembukaan kian berwarna internasional dengan hadirnya Sekretaris Jenderal World Organization Scout Movement (WOSM), Mr. David Berg, didampingi Direktur Regional Asia-Pasifik, Mr. Jose Rizal C. Pangilinan, serta David Baden-Powell, 5th Baron Baden-Powell — keluarga keturunan pendiri gerakan kepanduan dunia, Lord Robert Baden-Powell, sebagaimana dilaporkan Warta Pramuka.

Peserta mancanegara hadir melalui dua jalur: gugus depan di Perwakilan RI di luar negeri (Riyadh, Jeddah, Mauritius, Australia, Timor Leste, Malaysia, Taiwan, dan Brunei Darussalam) serta delegasi negara sahabat (Sri Lanka, Mauritius, Australia, Timor Leste, Malaysia, Taiwan, dan Brunei Darussalam), seperti diberitakan BeritaSatu.

Sebelum berangkat ke Cibubur, sejumlah daerah menggelar pelepasan kontingen:

  • Jakarta Pusat — 64 Penggalang bersama 10 pembina (74 orang), dilepas Wali Kota Arifin pada 10 Agustus 2026. Tiga perwakilannya berlanjut ke Jambore Internasional Pulau Pinang, Malaysia.
  • Pringsewu, Lampung — tiga peserta terbaik MTs Negeri 1 Pringsewu, dilepas Pemerintah Kabupaten Pringsewu pada 11 Agustus 2026.
  • Maluku Tenggara — 40 anggota, dilepas di Aula Kantor Bupati, Langgur, 15 Juli 2026.
  • Takalar, Sulawesi Selatan — 10 siswa madrasah tsanawiyah Kemenag Takalar lolos seleksi.

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menyebut keikutsertaan Pramuka dalam Jamnas XII sebagai sarana pembentukan karakter.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter pramuka yang kreatif, inovatif, mandiri, serta mampu memperkuat semangat kebangsaan,” kata Arifin, seperti diberitakan ANTARA.

Dari Lampung, Kepala MTs Negeri 1 Pringsewu, Rohman Taufik, berpesan kepada tiga peserta yang dilepas dengan penyematan selendang bermotif pucuk rebung dan jungsarat, ornamen khas budaya Lampung.

“Jadikan momentum ini sebagai momen terbaik dan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terpilihnya kalian menjadi peserta Jambore Nasional. Apalagi kegiatan besar ini hanya digelar lima tahun sekali,” ujarnya, seperti diberitakan Lampung1News.

Kwarcab Maluku Tenggara memberangkatkan 40 orang beserta pembina pendamping, pimpinan kontingen, dan pengurus kwarcab. Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maluku Tenggara, Debbi P.J. Bunga, berharap keikutsertaan ini menjalin persaudaraan dengan Pramuka se-Indonesia dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional, seperti dikutip RRI Tual. Maluku Tenggara pun memiliki rekam jejak baik: dipercaya mewakili Provinsi Maluku pada Jambore Nasional 2022 dan Raimuna Nasional 2023.

Sejumlah Purna Jamnas 1991 juga hadir memberi motivasi kepada generasi Pramuka yang kini menjadi peserta.

Madrasah ikut bersaing di ajang nasional

Dunia madrasah juga menunjukkan taringnya. Sebanyak 10 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di lingkup Kemenag Kabupaten Takalar lolos mengikuti Jamnas XII 2026, tersebar dari MTsN Takalar (4 orang), MTs Pesantren Alqamar (3 orang), MTs Kanaeng (1 orang), MTs Pesantren Mahyajatul Qurra (1 orang), dan MTs Muhammadiyah Salaka (1 orang). Mereka lolos seleksi ketat tingkat daerah yang menilai keterampilan kepramukaan, kedisiplinan, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan.

Kepala Kemenag Takalar, Solihin, mengapresiasi kepala madrasah dan pembina pramuka atas pembinaan yang membawa siswa bersaing di tingkat nasional.

“Ini adalah kebanggaan bagi kita semua. Anak-anak kita mampu menunjukkan kualitas dan semangat juang yang tinggi. Saya berharap mereka dapat menjaga nama baik daerah, menunjukkan sikap disiplin, serta menjadikan kegiatan ini sebagai ajang untuk belajar, berkolaborasi, dan memperluas wawasan,” ujarnya seperti diberitakan Kemenag Sulsel.

Salah satu peserta dari Takalar, Ahmad Mufli (MTsN Takalar), menjadi bagian dari nama-nama yang membawa harum daerah di kancah nasional. Keikutsertaan siswa madrasah ini membuktikan bahwa madrasah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mencetak generasi yang tangguh, berkarakter, dan berdaya saing.

Warisan semangat kepramukaan

Jamnas XII 2026 bukan sekadar perkemahan besar. Ia adalah ruang pembelajaran, persahabatan, dan pembentukan karakter, tempat nilai persaudaraan, pengabdian, dan kecintaan terhadap bangsa diwariskan antargenerasi. Di tengah keberagaman, seluruh peserta bertemu dalam satu semangat membangun generasi muda yang tangguh, mandiri, dan berjiwa pengabdian. Dengan motto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”, Jamnas XII 2026 diharapkan menjadi kawah candradimuka Pramuka Penggalang Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.